Tanggal 30 Juli
saya melihat lowongan RMDP bank mega
dari akun instagram @loker_surabaya
lalu apply lah saya lewat email
semua yang bisa di apply lewat email & saya cocok dg perusahaannya akan saya apply
karna "ya coba aja sih, toh ngga buang duit / tenaga"
Tanggal 31 Juli, pukul 11 siang
saya ingin menaruh lamaran di bank jatim
dan bertanya kepada teman yang memiliki relasi bank jatim
katanya : bank jatim lagi nggak buka lowongan, kalo mau di bank jatim syariah di Darmo
siang itu saya cari bank jatim syariah di sepanjang jalan Darmo, dan tidak ketemu bank jatim syariah
akhirnya daripada lamaran & cv yg sudah saya print nganggur
ber belok lah saya ke bank mega
drop cv melalui satpam "pak nitip cv ya"
ohyaa (di lamaran saya mencantumkan posisi CS ya)
sore nyaa sekitar jam 15:00 saya mendapat telp panggilan interview dari bank mega
saya sempat kaget
se cepat itu kah lamaran saya di sampaikan ke hrd bank mega
tapi yaudah lah yang penting interview wkwk
Tanggal 2 Agustus
saya datang ke bank mega Darmo sekitar pukul 10:00
aku sedikit terlambat disini
tanya ke satpam "pak mau interview dimana ya" / "masuk pintu itu mbak"
setelah masuk pintu yg di anjurkan satpam celingak celinguk
ada service nya sih, bagian terima tamu tapi agak ketus haha
"mau kemana" / "interview" / "interview ato tes" / "undangan saya interview" / "mbak datang kesini ke berapa se?" / "baru kali ini mbak" / "ya itu namanya tes mbak"
lah undangan saya kan interview 😂
disuruh naik ke lantai 4 menggunakan tangga
inget pake tangga ya, jangan lift
daripada di teriakin haha
dan di setiap lantai nggak ada sign lantai berapa, jadi itung sendiri
saya juga sempat salah di lantai 3 tempat orang2 back office hahaha
setelah sampai di ruangan yang bener
karna banyak temen2 yang udah pada nunggu juga
saya ikutan nunggu, agak lama, baru di mulai sekitar 10:40
saya juga nervous waktu itu karna yang lain terlihat sangat matang dalam persiapan penampilan (waktu interview di bank danamon, masih banyak temen2 yg fresh graduated & nggak seberapa mateng penampilan nya)
sebelum tes di mulai saya diminta mengisi form
ya seperti biasa isinya data diri, keluarga, gaji yg di harapkan, pengalaman kerja,dll
di form saya menulis posisi "CS"
oke langsung masuk tes pertama
Tes pertama psikotes tapii yang dasar
deret angka, huruf, gambar
setelah tes selesai saya diminta untuk menaruh cv
lalu menunggu giliran interview
ohya, ada beberapa peserta juga yang tidak disuruh tinggal untuk interview hari itu
jadi setelah tes mereka pulang
sambil nunggu giliran interview saya ngobrol dengan peserta lain
mereka kebingungan mengisi form "posisi yg di lamar"
ternyata semua nya menulis "RMDP"
saya baru sadar kalo saya ternyata kepanggil karna 3 hari lalu saya email ke bank mega 😭😭
tapi ya sudah lah saya terlanjur menulis "CS" haha karna saya pikir saya kepanggil karna lamaran yang saya titipkan satpam
setelah 1 orang keluar
dia memberi bocoran ke yang lain "yang di butuhkan sekarang tuh CS, rmdp udah close"
hahaha alhamdulillah, mungkin faktor kekeliruan saya itu juga yang membuat nilai tambah. karna saya melamar posisi yg di butuhkan, sedangkan teman2 lain malah rmdp tapi mereka juga di belok kan kok ke CS
tiba lah giliran saya masuk ruangan
ditanya seperti interview pada umum nya
"ceritakan diri kamu"
"achievement kamu selama kuliah apa"
"kamu siap nggak bla bla"
"kamu bisa kerja cepat nggak"
ada pertanyaan tinggi, bb, dan history jerawat juga
usahakan kamu datang dengan penampilan yang sangat matang ya
Rok span, kemeja putih, blazer, heels
karna menurut saya bank mega ini yang paling menilai fisik (mungkin untuk posisi cs saja)
di akhir interview ibu hrd bilang
"nanti jam 2 kamu kesini lagi, tapi jangan bilang yang lain"
karna rumah saya dekat
jadi saya pulang
jam 2 saya balik ke bank mega & kena semprot mbak2 service nya lagi 😂
"mbak mbak mau kemana" / "menemui bu rosa" / "tunggu disini dulu"
hehe ya mana saya tau
ternyata yang disuruh balik jam 2 siang ada 3 orang : saya, 1 cewe, 1 cowo
ketika saya datang 1 cewe tadi sedang interview dengan usher (sepertinya, menurut keterangan dia)
tapi saya & 1 cowo tadi tidak diminta
setelah itu kita melakukan psikotes lagi
kali ini tahap yang berat, seperti : wartegg, draw a man, EPPS, kraeplien
saya waktu itu ngerjain nya seadanya
karna unexpected kalo proses nya bakal 1 hari aja, saya kira hanya interview lalu menunggu panggilan lagi
tidak ada salah nya kalian mempelajari tips psikotes di google, karna itu sangat membantu
ketika semua tes selesai
1 cewe tadi di bolehkan pulang
1 cowo disuruh tunggu
dan saya di foto2 (lagi, meskipun saat interview sudah) setelah itu saya boleh pulang
tapi saya juga masih bertanya "kok saya tidak di interview usher ya haha"
saya pikir saya tidak akan di terima
karna saya tidak diberi kesempatan interview dengan usher
tapi
Tanggal 3 agustus ( hari jumat)
saya mendapat telp
"selamat ya hasil tes kamu lulus, kamu sudah diterima di bank mega. sore ini bisa kesini & bawa ijazah?"
menurut saya terlalu cepat. karna saya harus memberi kabar dulu dengan orang tua.
akhirnya saya alibi sedang luar kota haha
"yaudah senin aja ya kesini"
Tanggal 6 Agustus
saya datang
dan mbak service memastikan "apakah saya sudah membawa ijazah"
baru saya boleh naik menemui ibu hrd untuk tanda tangan kontrak & briefing keberangkatan Training Program
disini kamu harus tanya se jelas2 nya
karna ijazah kamu akan ditahan hingga 1 tahun, dengan pinalty tentu nya
Alhamdulillahirabilallamin
memang rejeki tidak akan kemana
setiap orang punya timing yang tepat masing2
saya juga pernah merasakan risau nya tidak kunjung menyelesaikan skripsi, sedangkan teman2 lain sudah sidang & berhenti membayar SPP
saya pernah merasakan down se down down nya ketika 85% teman2 saya diterima di unair, saya malah di PTS
tapi rejeki tidak kemana. see? perusahaan tidak terlalu fokus pada universitas kamu
yang terpenting Skill, attitude (kalo kamu kerja bertemu orang banyak tentu Profil juga di pertimbangkan)
(untuk fresh graduates 'menurut ku' IPK juga di lihat ya)
ketika saya di terima di sebuah PT & saya menolak karna saya memberat kan hati ke Bank danamon, namun bank danamon ternyata tidak menerima. saya juga sempat down
jadi nggausa bingung kalo memang kamu belum di bandingkan teman kamu "dalam segala hal", itu cuma perihal waktu
sabar & usaha. kalo memang pada akhirnya tidak sesuai dengan keinginan kamu yaudah "legowo" aja
jalanain semua sebaik mungkin
aku pun selama 4 tahun kuliah juga selalu membandingkan dengan unair
"enak ya di unair enak ya"
tapi nggak lantas bikin kuliah ku asal2 an
yaudah di selesai kan aja dengan legowo
meskipun perjalanan skripsi ku juga kaya tai
semoga dengan postingan ini teman2 yang sedang menunggu pengumuman bank mega mendapat sedikit gambaran
teman2 yang belum mendapat kerja / kuliah nggausa terlalu lama down
teman2 yang masih bergelut dalam matkul2 E & skripsi yang runyam juga semangat terus
semua cuma soal "Timing"
(GAMBAR)
Senin, 20 Agustus 2018
Jumat, 10 Agustus 2018
kodrat istri, they said
Laki laki menginginkan istri yang memprioritas kan keluarga dan anak.
istri yang mengabdi seluruh jiwa dan raga untuk membentuk keluarga yang sempurna menurut pandangan umum.
Sementara seorang perempuan mencari suami yang 'menghargai' dirinya dengan segala karakteristik nya (termasuk impian-impian nya). bukan hanya memaksa meluruskan tulang rusuk yg memang melengkung.
Lelaki atau bahkan banyak sekali pandangan yang dengan mudahnya menjustifikasi bahwa perempuan yang tidak bercita-cita sebagai ibu rumah tangga sebagai perempuan yang tidak solehah.
di jaman maju kayak gini sih harusnya gak banyak lagi pria patriarki. kalo masih ada yang kayak gitu, tandanya gak banyak belajar dan bergaul.
perempuan harus mau ‘tercerabut’ dan mengikuti suaminya. Ia harus bersedia mengubur mimpi-mimpinya demi mendampingi suaminya. Ia harus merelakan badannya yang langsing untuk jadi nggelambyar dimana-mana demi memiliki anak. Pun ia harus setegar karang saat lingkungan mempertanyakan caranya merawat, mengasuh, dan mendidik anak-anaknya.
Lelaki bersembunyi di dalam kalimat "udah kamu tinggal santai santai di rumah"
Lelaki bersembunyi di dalam kalimat "udah kamu tinggal santai santai di rumah"
We all know, yang namanya pekerjaan rumah tangga enggak akan ada habisnya.
Dari mulai ngebersihin rumah, urusan pakaian, dan belum lagi menjaga hubungan dengan tetangga.
Nah, jadi wajar kalau ‘ibu rumah tangga’ doesn’t simply means ‘perempuan yang ongkang-ongkang kaki di rumah’.
‘Kasihannya’ istri, mereka mah nerima aja dikasih belanja berapa, mikir jumpalitan supaya suaminya bisa ganti menu tiap hari.
Suami enggak perlu tahu dong, kan udah ngasih uang belanja…
Karna tetap berpegang pada pandangan : kewajiban suami memberi nafkah. Titik.
Mari kita mengakui sebuah realita.
Terkadang, yang namanya rumah tangga butuh pemasukan lebih dari sekadar apa yang bisa dihasilkan oleh suami.
Suka atau tidak, kenyataan ini terjadi.
Kita tidak bisa menutup mata, meskipun Allah sudah menjamin.
Terkadang, sebagian perempuan harus bekerja untuk memberi nafkah keluarganya.
Jika kebutuhan rumah tangganya sudah terpenuhi oleh suaminya, maka mungkin orangtuanya atau adik-adiknya masih memerlukan bantuan.
Patutkah kita melarang para istri bekerja jika keadaannya seperti ini (dan suami tidak mampu menanggung hajat hidup orang banyak)?
Tentu saya enggak bermaksud memaksakan bahwa SEMUA istri juga harus sekolah dan menjadi pekerja, enggak sama sekali.
Walaupun belum jadi ibu, saya bisa paham kalau pasti berat banget untuk ‘ninggalin’ anak-anak di rumah.
aku pun di besar kan oleh ibu yang rela meninggalkan pekerjaan demi mengabdi pada keluarga.
aku sangat merasakan perbedaan kasih sayang, perhatian dan didikan yang ibuku berikan dengan ibu saudara sepupu ku yang bekerja dan dia di rawat oleh nenek nya.
tapi semakin aku dewasa, aku mulai bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya jika ibu ku bekerja aku juga tetap menjadi anak dengan didikan yang baik kok , selama ibu ku bisa mengatur dengan balance waktu nya
dan itu pasti akan meminimal konflik yang ada di keluarga kami
kita tidak bisa memungkiri bahwa faktor terbesar konflik2 kecil dalam keluarga adalah masalah ekonomi
In conclusion, tulisan ini saya maksudkan untuk menyemangati para perempuan yang harus/ingin bekerja, karena alasan-alasan yang kembali lagi ke pribadi masing-masing. Saya juga berharap bisa membuka pikiran para laki-laki agar sekali lagi bertanya: “apa sih yang sebenarnya kamu inginkan?” Kalau ternyata para istri ingin bekerja, mudah-mudahan mendapat jalan terbaik untuk menyeimbangkan kepentingan kedua belah pihak. Aamiin.
Minggu, 27 Mei 2018
Pembangunan Keluarga menangkal paham radikalisme (belajar dari kasus teror surabaya)
Halo aku mutia
aku lahir di surabaya & tinggal di surabaya sampai usia 22 tahun.
so call me Arek Suroboyo
Beberapa waktu lalu tepat nya hari Minggu tanggal 13 Mei 2018
Surabaya ku menangis
di saat kami semua repot & sangat antusias menyambut hari ulang tahun kota kami tercinta
3 bom bunuh diri meledak dalam 1 hari dengan waktu yang hampir sama
dan pelaku nya adalah 1 keluarga (pasutri, 2 anak perempuan, 2 anak laki-laki)
yang membuat aku sangat sedih bukan lah beberapa festival surabaya yang akhirnya di batalkan
tapi
teroris teroris ini melakukan aksi nya di 3 gereja
dan mereka mem branding diri sebagai "Umat Islam"
bisa di bayangkan apa dampak nya?
- menjadikan kita sesama anak bangsa saling curiga
- muslim dan non muslim luntur persaudaraan
yah itulah yang di inginkan para teroris.
padahal, tidak ada agama apapun yang menghalal kan teror.
teroris hanya memakai topeng agama untuk memfitnah dan melakukan kejahatan.
1 hari kemudian
aku menemukan sebuah postingan facebook
yang ternyata penulis nya adalah teman sebaya pelaku bom teror (jika ingin membaca. aku sudah posting di postingan sebelum ini)
yahh. Dita Supriyanto (ayah dari keluarga teroris) merupakan alumni SMAN 5 Surabaya.
salah satu SMA unggulan di surabaya, yang bukan sembarang anak bisa menempuh pendidikan disana
kalo tidak keluarga nya kaya, ya pasti siswa nya pintar
aku tau, karna kebetulan SMAN 5 bersebelahan dengan SMA ku
dalam status facebook nya tersebut penulis mengatakan bahwa Dita sudah memiliki benih ekstrimisme sejak di bangku SMA.
seperti contoh :
tidak mau hormat ke bendera merah putih karna menganggap itu syirik
pada saat itu pihak sekolah Dita tidak terlalu menganggap serius hal tersebut
tapi siapa sangka "beda pemikiran" seperti itu, bisa berujung meledakan diri bersama keluarga sebagai puncak 'jihad' ??
Dari hal ini kita bisa menyimpulkan
bahwa proses seorang manusia akhirnya bisa dengan bulat menganggap Terorisme sebagai hal yang benar ,
tidak terjadi dalam 1 malam saja.
tapi dari bertahun2 lalu dia sudah pelan pelan memasukan paham yang salah tersebut dalam dirinya.
Lalu apa yang bisa kita lakukan?
Mengutip dari thread BKKBN
Langkah paling efektif adalah dimulai dari keluarga.
Keluarga merupakan unit terkecil yang memiliki peran utama dalam menghindarkan generasi muda dari berbagai paham serta karakter negatif, seperti menangkal potensi penyebaran paham radikal.
aku ingat dulu di Sekolah Dasar aku pernah punya guru agama yang memberi pemahan kepada muridnya , bahwa : agama paling baik adalah agama Islam, umat penganut agama lain akan masuk neraka, Tuhan hanya satu yaitu Allah SWT (tidak dengan sebutan lain).
Untungnya aku punya ibu yang pandai mengubah bahasan berat kedalam kalimat ringan yang mudah di telan anak Sekolah Dasar.
Ibuku bilang : semua nya sama-sama mau ke Bali (tempat yang indah) , tapi jalurnya berbeda, ada yang pakai bis, ada yang naik pesawat, ada juga yang pakai kereta. tapi semua tujuan nya sama dik, ke tempat yang indah..
Ternyata ilustrasi ringan seperti itu bisa merubah pola pikir salah menjadi benar,
aku tidak membayangkan jika ibuku tidak meluruskan ajaran agama dari guru SD ku, mungkin aku bisa saja tidak punya sikap toleran terhadap agama lain, atau ekstrim nya aku mulai menelan paham radikal di usia dewasa. Hihhh seremm
Peran keluarga dalam membentuk kepribadian dari waktu ke waktu merupakan bentuk Pembangunan Keluarga.
Mari kita jadikan keluarga tersangka teroris surabaya ini sebagai pelajaran,
supaya para orang tua menyadari masalah serius ini dan mencari jalan dalam setiap kendala yang ada untuk memastikan kelancaran dan kedekatan komunikasi antar orangtua dan anak.
Orang tua pun perlu membekali diri dengan pengetahuan agama yang cukup bagi anak-anaknya, baik dengan secara langsung mengambil peran pendidikan tersebut, atau mencarikan jalan lain.
Kalau pun harus menyerahkan peran ini ke sekolah, pastikan bahwa kita memilih sekolah yang tepat, lalu berupaya sebisanya untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah untuk memastikan bahwa materi pelajaran agama diberikan dengan benar.
Pengawasan yang memadai atas pergaulan anak, khususnya dalam kelompok-kelompok keagamaan menjadi sangat krusial.
Semoga kita semua & keluarga kita terhindar dari paham radikalisme.
Tujuannya supaya tercipta Indonesia yang damai. Sebab perbedaan itu indah. Kita sebagai penerus bangsa harus lebih menjaga persatuan dan kesatuan.
aku lahir di surabaya & tinggal di surabaya sampai usia 22 tahun.
so call me Arek Suroboyo
Beberapa waktu lalu tepat nya hari Minggu tanggal 13 Mei 2018
Surabaya ku menangis
di saat kami semua repot & sangat antusias menyambut hari ulang tahun kota kami tercinta
3 bom bunuh diri meledak dalam 1 hari dengan waktu yang hampir sama
dan pelaku nya adalah 1 keluarga (pasutri, 2 anak perempuan, 2 anak laki-laki)
yang membuat aku sangat sedih bukan lah beberapa festival surabaya yang akhirnya di batalkan
tapi
teroris teroris ini melakukan aksi nya di 3 gereja
dan mereka mem branding diri sebagai "Umat Islam"
bisa di bayangkan apa dampak nya?
- menjadikan kita sesama anak bangsa saling curiga
- muslim dan non muslim luntur persaudaraan
yah itulah yang di inginkan para teroris.
padahal, tidak ada agama apapun yang menghalal kan teror.
teroris hanya memakai topeng agama untuk memfitnah dan melakukan kejahatan.
1 hari kemudian
aku menemukan sebuah postingan facebook
yang ternyata penulis nya adalah teman sebaya pelaku bom teror (jika ingin membaca. aku sudah posting di postingan sebelum ini)
yahh. Dita Supriyanto (ayah dari keluarga teroris) merupakan alumni SMAN 5 Surabaya.
salah satu SMA unggulan di surabaya, yang bukan sembarang anak bisa menempuh pendidikan disana
kalo tidak keluarga nya kaya, ya pasti siswa nya pintar
aku tau, karna kebetulan SMAN 5 bersebelahan dengan SMA ku
dalam status facebook nya tersebut penulis mengatakan bahwa Dita sudah memiliki benih ekstrimisme sejak di bangku SMA.
seperti contoh :
tidak mau hormat ke bendera merah putih karna menganggap itu syirik
pada saat itu pihak sekolah Dita tidak terlalu menganggap serius hal tersebut
tapi siapa sangka "beda pemikiran" seperti itu, bisa berujung meledakan diri bersama keluarga sebagai puncak 'jihad' ??
Dari hal ini kita bisa menyimpulkan
bahwa proses seorang manusia akhirnya bisa dengan bulat menganggap Terorisme sebagai hal yang benar ,
tidak terjadi dalam 1 malam saja.
tapi dari bertahun2 lalu dia sudah pelan pelan memasukan paham yang salah tersebut dalam dirinya.
Lalu apa yang bisa kita lakukan?
Mengutip dari thread BKKBN
Langkah paling efektif adalah dimulai dari keluarga.
Keluarga merupakan unit terkecil yang memiliki peran utama dalam menghindarkan generasi muda dari berbagai paham serta karakter negatif, seperti menangkal potensi penyebaran paham radikal.
aku ingat dulu di Sekolah Dasar aku pernah punya guru agama yang memberi pemahan kepada muridnya , bahwa : agama paling baik adalah agama Islam, umat penganut agama lain akan masuk neraka, Tuhan hanya satu yaitu Allah SWT (tidak dengan sebutan lain).
Untungnya aku punya ibu yang pandai mengubah bahasan berat kedalam kalimat ringan yang mudah di telan anak Sekolah Dasar.
Ibuku bilang : semua nya sama-sama mau ke Bali (tempat yang indah) , tapi jalurnya berbeda, ada yang pakai bis, ada yang naik pesawat, ada juga yang pakai kereta. tapi semua tujuan nya sama dik, ke tempat yang indah..
Ternyata ilustrasi ringan seperti itu bisa merubah pola pikir salah menjadi benar,
aku tidak membayangkan jika ibuku tidak meluruskan ajaran agama dari guru SD ku, mungkin aku bisa saja tidak punya sikap toleran terhadap agama lain, atau ekstrim nya aku mulai menelan paham radikal di usia dewasa. Hihhh seremm
Peran keluarga dalam membentuk kepribadian dari waktu ke waktu merupakan bentuk Pembangunan Keluarga.
Mari kita jadikan keluarga tersangka teroris surabaya ini sebagai pelajaran,
supaya para orang tua menyadari masalah serius ini dan mencari jalan dalam setiap kendala yang ada untuk memastikan kelancaran dan kedekatan komunikasi antar orangtua dan anak.
Orang tua pun perlu membekali diri dengan pengetahuan agama yang cukup bagi anak-anaknya, baik dengan secara langsung mengambil peran pendidikan tersebut, atau mencarikan jalan lain.
Kalau pun harus menyerahkan peran ini ke sekolah, pastikan bahwa kita memilih sekolah yang tepat, lalu berupaya sebisanya untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah untuk memastikan bahwa materi pelajaran agama diberikan dengan benar.
Pengawasan yang memadai atas pergaulan anak, khususnya dalam kelompok-kelompok keagamaan menjadi sangat krusial.
Semoga kita semua & keluarga kita terhindar dari paham radikalisme.
Tujuannya supaya tercipta Indonesia yang damai. Sebab perbedaan itu indah. Kita sebagai penerus bangsa harus lebih menjaga persatuan dan kesatuan.
Senin, 14 Mei 2018
Pelaku Bom Surabaya sudah punya benih Ekstrimisme sejak SMA
[ Dari akun facebook Ahmad Faiz Zainuddin ]
Dita Supriyanto adalah Kakak kelas saya di SMA 5 Surabaya Lulusan ‘91
Dia bersama-sama istri dan 4 orang anaknya berbagi tugas meledakkan diri di 3 gereja di surabaya. Keluarga yg nampak baik2 dan normal seperti keluarga muslim yg lain, seperti juga keluarga saya dan anda ini ternyata dibenaknya telah tertanam paham radikal ekstrim.
Dan akhirnya kekhawatiran saya sejak 25 tahun lalu benar2 terjadi saat ini.
Saat saya SMA dulu, saya suka belajar dari satu pengajian ke pengajian, mencoba menyelami pemikiran dan suasana batin dari satu kelompok aktivis islam ke kelompok aktivis islam yg lain. Beberapa menentramkan saya, seperti pengajian “Cinta dan Tauhid” Alhikam, beberapa menggerakkan rasa kepedulian sosial seperti pengajian Padhang Mbulan Cak Nun. Yg lain menambah wawasan saya tentang warna warni pola pemahaman Islam dan pergerakannya.
Diantaranya ada juga pengajian yg isinya menyemai benih2 ekstrimisme radikalisme. Acara rihlah (rekreasinya) saja ada simulasi game perang2an. Acara renungan malamnya diisi indoktrinasi islam garis keras.
Pernah di satu pengajian saat saya kuliah di UNAIR, saya harus ditutup matanya untuk menuju lokasi. Sesampai disana ternyata peserta pengajian di-brainwash tentang pentingnya menegakkan Negara Islam Indonesia. Dan unt menegakkan ini kita perlu dana besar. Dan untuk itu kalau perlu kita ambil uang (mencuri) dari orang tua kita unt disetor ke mereka.
Bahkan ketua Rohis saya di buku Agendanya menyebut profesi dirinya bukan pelajar SMA, tapi Mujahid. Karena memang saat itu majalah Sabili sangat laris di sekolah kami. Isinya banyak menampilkan secara Vulgar pembantaian etnis muslim Bosnia oleh Serbia. Dan ini dijadikan pembakar semangat anak2 muda jaman saya waktu itu untuk menjadi “mujahid2 pembela islam”, beberapa akhirnya berangkat beneran ke medan perang.
Dari pengalaman menjelajah berbagai versi pemikiran dan aktivis islam dari yg paling radikal sampai liberal itu, dari sunni, sufi, wahabi, syiah, NII, dll itu, saya menyadari walaupun Islam ini mestinya satu, tapi ada banyak versi cara orang memahaminya, sehingga melahirkan banyak versi ekspresi keislaman dan pola tindakan.
Dan dari semua versi tadi, yg paling saya khawatirkan adalah versi kakak kelas saya mendiang Dita Supriyanto yg jadi ketua Anshorut Daulah cabang Surabaya ini. Saya sedih sekali akhirnya ini benar2 terjadi, tapi saya sebenarnya tidak terlalu kaget ketika akhirnya dia meledakkan diri bersama keluarganya sebagai puncak “jihad” dia, karena benih2 ekstrimisme itu telah ditanam sejak 30 tahun lalu.
Dia mengingatkan saya pada kakak kelas lain, ketua rohis SMA 5 Surabaya waktu itu, yg menolak ikut upacara bendera karena menganggap hormat bendera adalah syirik, ikut bernyanyi lagu kebangsaan adalah bid’ah dan pemerintah Indonesia ini adalah thoghut.
Waktu itu sepertinya pihak sekolah tidak menganggap terlalu serius. Karena memang belum ada bom2 teroris seperti sekarang. semua sekedar “gerakan pemikiran”. Memang dia dipanggil guru Bimbingan Konseling (BK) unt diajak diskusi, tapi kalau sebuah ideologi sudah tertancap kuat, seribu nasehat ndak akan masuk ke hati. Dan Akhirnya pihak sekolah menyerah, toh dia tidak bertindak anarkis, bahkan terkenal cerdas, lemah lembut dan baik hati.
Akhirnya Ketua rohis saya ini tiap upacara bendera i’tikaf di mushola sekolah. Btw kadang saya kalau lagi males upacara, ikut menemani dia di mushola dan ikut mendegarkan siraman rohaninya. Dan yg seperti ketua rohis saya ini tidak hanya di SMA 5, tapi yg saya tahu ada di hampir semua SMA dan kampus di surabaya atau bahkan di seluruh Indonesia.
Yg ingin saya katakan, Terorisme dan budaya kekerasan yg kita alami saat ini adalah panen raya dari benih2 ekstrimisme-rad ikalisme yg telah ditanam sejak 30-an tahun yg lalu di sekolah2 dan kampus2. Saya tidak tahu kondisi sekolah dan kampus saat ini, tapi itulah yg saya rasakan jaman saya SMA dan kuliah dulu.
Mohon jangan salah paham, main stream-nya pergerakan islam di sekolah dan kampus ini tidak se-ekstrim kakak kelas saya tersebut. Tapi ada cukup banyak yg sifatnya sembunyi2 dimana saya waktu itu ikut merasakan ngaji bersama mereka.
Serangkaian bom di tanah kelahiran saya dng tempat2 yg sangat akrab di telinga dengan segala kenangan masa kecil, plus pelaku utama yg terasa begitu dekat dengan memori masa2 SMA-Kuliah dulu ini membuat saya tersentak bahwa Ekstrimisme, Radikalisme, bahkan Terorisme ini sudah menjadi “Clear and Present Danger”. Ini tidak lagi sebuah film di bioskop atau berita koran yg terjadi nun jauh di negeri seberang. Ini sudah terjadi disini dan saat ini disekitar kita.
Maka kita harus menetralisir kegilaan ini sampai ke akar2nya. Tidak ada gunanya kita melakukan penyangkalan (denial) bahwa ini cuman rekayasa, pelakunya ndak paham islam, ini bukan bagian dari ajaran islam, ini pasti cuman adu domba, dll.
Nyatanya pelakunya masih sholat subuh berjamaah di mushola, lalu satu keluarga berpelukan sebelum mereka menyebar ke 3 gereja unt meledakkan diri.
Nyatanya memang ada saudara2 kita yg memahami islam versi garis keras yg hobinya mengutip mentah2 ayat2 perang dan melupakan substansi “cinta dan kasih sayang” sebagai inti ajaran Islam.
Nyatanya memang benih2 radikalisme, ekstrimisme ini telah ditabur 30 tahun terakhir di pikiran anak2 muda kita, di sekolah2 terbaik dan dikampus2 top di Indonesia. Dan kalau akhirnya mewujud menjadi tindakan nyata terorisme, mestinya tidak mengagetkan kita.
Kalau kita masih saja melakukan penyangkalan, maka kita ndak akan pernah berbenah diri. Tapi kalau kita insyaf bersama, Kalau kita dengan gentle mengakui - bahwa IYA memang kita sedang sakit, bahwa memang ada banyak diantara kita, dan saudara2 kita yg memahami islam versi garis keras, yg merasa bahwa islam harus diperjuangkan dengan kekerasan - maka kita bisa mulai mengambil langkah2 solutif.
Dan langkah2 solutif nyata yg bisa kita lakukan diantaranya adalah:
1. Mulai menetralisir alias melunakkan paham islam garis keras dan mulai menyebar luaskan paham islam moderat (washothiyah).
2. SMA2 dan Kampus2 harus disterilkan dari gerakn2 bawah tanah islam garis keras, diganti dengan kemeriahan dan kegembiraan aktivitas islam yg menebarkan “cinta dan welas asih” pada sesama manusia.
3. Sosial media harus dipenuhi kampanye “islam yg ramah dan penuh kasih sayang”. Bukan islam yg keras, penuh umpatan, dan kata2 kasar, apalagi hoax dan berdarah2.
4. Pertarungan politik mohon jangan lagi menggunakan isu SARA sebagai komoditas rebutan kekuasaan. Apalagi disertai kampanye hitam saling menghujat yg membuat bahkan setelah selesai Pilkada/ Pilpres-nya masyarakat jadi terbelah saling bermusuhan.
5. Mawas diri dan sama2 menahan diri dalam menyikapi perbedaan2 dalam penafsiran Islam. Islamnya satu dan sumbernya sama, tapi nyatanya cara kita memahaminya bisa macem2. Dan ini fenomena psikologi yg wajar. Ayo tebarkan sikap saling memahami dan berempati, bukannnya saling curiga dan menyalahkan. Islam harus dipulihkan reputasinya dari wajah muram penuh kekerasan menjadi wajah ramah penuh Cinta pada sesama manusia.
Benar kata Muhammad Abduh, cendekiawan muslim abad 20, “Al-islamu Mahjubun bil muslimin”, Keindahan Islam ini terhijab/ tertutupi oleh akhlak buruk sebagian umat islam sendiri”. Jadi mari kita yg akan bersama2 memulihkan wajah Indah Islam.
Terakhir, mari kita dengar seruan seorang remaja islam peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai:
“Peluru hanya bisa menewaskan teroris, tapi hanya PENDIDIKAN-lah yg bisa melenyapkan paham terorisme (sampai akar2nya: radikalisme, ekstrimisme)”
Stay Save.. Keep Optimism.. Spread Love & Compassion..
And for my beloved Christian brothers & sisters.. my deep condolence for all of you.. from the bottom of my heart, I am really sorry..
Love & Peace for all of us..
Saya yg sedang berduka,
Ahmad Faiz Zainuddin
Alumni SMA 5 Surabaya Lulusan 1995
Dita Supriyanto adalah Kakak kelas saya di SMA 5 Surabaya Lulusan ‘91
Dia bersama-sama istri dan 4 orang anaknya berbagi tugas meledakkan diri di 3 gereja di surabaya. Keluarga yg nampak baik2 dan normal seperti keluarga muslim yg lain, seperti juga keluarga saya dan anda ini ternyata dibenaknya telah tertanam paham radikal ekstrim.
Dan akhirnya kekhawatiran saya sejak 25 tahun lalu benar2 terjadi saat ini.
Saat saya SMA dulu, saya suka belajar dari satu pengajian ke pengajian, mencoba menyelami pemikiran dan suasana batin dari satu kelompok aktivis islam ke kelompok aktivis islam yg lain. Beberapa menentramkan saya, seperti pengajian “Cinta dan Tauhid” Alhikam, beberapa menggerakkan rasa kepedulian sosial seperti pengajian Padhang Mbulan Cak Nun. Yg lain menambah wawasan saya tentang warna warni pola pemahaman Islam dan pergerakannya.
Diantaranya ada juga pengajian yg isinya menyemai benih2 ekstrimisme radikalisme. Acara rihlah (rekreasinya) saja ada simulasi game perang2an. Acara renungan malamnya diisi indoktrinasi islam garis keras.
Pernah di satu pengajian saat saya kuliah di UNAIR, saya harus ditutup matanya untuk menuju lokasi. Sesampai disana ternyata peserta pengajian di-brainwash tentang pentingnya menegakkan Negara Islam Indonesia. Dan unt menegakkan ini kita perlu dana besar. Dan untuk itu kalau perlu kita ambil uang (mencuri) dari orang tua kita unt disetor ke mereka.
Bahkan ketua Rohis saya di buku Agendanya menyebut profesi dirinya bukan pelajar SMA, tapi Mujahid. Karena memang saat itu majalah Sabili sangat laris di sekolah kami. Isinya banyak menampilkan secara Vulgar pembantaian etnis muslim Bosnia oleh Serbia. Dan ini dijadikan pembakar semangat anak2 muda jaman saya waktu itu untuk menjadi “mujahid2 pembela islam”, beberapa akhirnya berangkat beneran ke medan perang.
Dari pengalaman menjelajah berbagai versi pemikiran dan aktivis islam dari yg paling radikal sampai liberal itu, dari sunni, sufi, wahabi, syiah, NII, dll itu, saya menyadari walaupun Islam ini mestinya satu, tapi ada banyak versi cara orang memahaminya, sehingga melahirkan banyak versi ekspresi keislaman dan pola tindakan.
Dan dari semua versi tadi, yg paling saya khawatirkan adalah versi kakak kelas saya mendiang Dita Supriyanto yg jadi ketua Anshorut Daulah cabang Surabaya ini. Saya sedih sekali akhirnya ini benar2 terjadi, tapi saya sebenarnya tidak terlalu kaget ketika akhirnya dia meledakkan diri bersama keluarganya sebagai puncak “jihad” dia, karena benih2 ekstrimisme itu telah ditanam sejak 30 tahun lalu.
Dia mengingatkan saya pada kakak kelas lain, ketua rohis SMA 5 Surabaya waktu itu, yg menolak ikut upacara bendera karena menganggap hormat bendera adalah syirik, ikut bernyanyi lagu kebangsaan adalah bid’ah dan pemerintah Indonesia ini adalah thoghut.
Waktu itu sepertinya pihak sekolah tidak menganggap terlalu serius. Karena memang belum ada bom2 teroris seperti sekarang. semua sekedar “gerakan pemikiran”. Memang dia dipanggil guru Bimbingan Konseling (BK) unt diajak diskusi, tapi kalau sebuah ideologi sudah tertancap kuat, seribu nasehat ndak akan masuk ke hati. Dan Akhirnya pihak sekolah menyerah, toh dia tidak bertindak anarkis, bahkan terkenal cerdas, lemah lembut dan baik hati.
Akhirnya Ketua rohis saya ini tiap upacara bendera i’tikaf di mushola sekolah. Btw kadang saya kalau lagi males upacara, ikut menemani dia di mushola dan ikut mendegarkan siraman rohaninya. Dan yg seperti ketua rohis saya ini tidak hanya di SMA 5, tapi yg saya tahu ada di hampir semua SMA dan kampus di surabaya atau bahkan di seluruh Indonesia.
Yg ingin saya katakan, Terorisme dan budaya kekerasan yg kita alami saat ini adalah panen raya dari benih2 ekstrimisme-rad
Mohon jangan salah paham, main stream-nya pergerakan islam di sekolah dan kampus ini tidak se-ekstrim kakak kelas saya tersebut. Tapi ada cukup banyak yg sifatnya sembunyi2 dimana saya waktu itu ikut merasakan ngaji bersama mereka.
Serangkaian bom di tanah kelahiran saya dng tempat2 yg sangat akrab di telinga dengan segala kenangan masa kecil, plus pelaku utama yg terasa begitu dekat dengan memori masa2 SMA-Kuliah dulu ini membuat saya tersentak bahwa Ekstrimisme, Radikalisme, bahkan Terorisme ini sudah menjadi “Clear and Present Danger”. Ini tidak lagi sebuah film di bioskop atau berita koran yg terjadi nun jauh di negeri seberang. Ini sudah terjadi disini dan saat ini disekitar kita.
Maka kita harus menetralisir kegilaan ini sampai ke akar2nya. Tidak ada gunanya kita melakukan penyangkalan (denial) bahwa ini cuman rekayasa, pelakunya ndak paham islam, ini bukan bagian dari ajaran islam, ini pasti cuman adu domba, dll.
Nyatanya pelakunya masih sholat subuh berjamaah di mushola, lalu satu keluarga berpelukan sebelum mereka menyebar ke 3 gereja unt meledakkan diri.
Nyatanya memang ada saudara2 kita yg memahami islam versi garis keras yg hobinya mengutip mentah2 ayat2 perang dan melupakan substansi “cinta dan kasih sayang” sebagai inti ajaran Islam.
Nyatanya memang benih2 radikalisme, ekstrimisme ini telah ditabur 30 tahun terakhir di pikiran anak2 muda kita, di sekolah2 terbaik dan dikampus2 top di Indonesia. Dan kalau akhirnya mewujud menjadi tindakan nyata terorisme, mestinya tidak mengagetkan kita.
Kalau kita masih saja melakukan penyangkalan, maka kita ndak akan pernah berbenah diri. Tapi kalau kita insyaf bersama, Kalau kita dengan gentle mengakui - bahwa IYA memang kita sedang sakit, bahwa memang ada banyak diantara kita, dan saudara2 kita yg memahami islam versi garis keras, yg merasa bahwa islam harus diperjuangkan dengan kekerasan - maka kita bisa mulai mengambil langkah2 solutif.
Dan langkah2 solutif nyata yg bisa kita lakukan diantaranya adalah:
1. Mulai menetralisir alias melunakkan paham islam garis keras dan mulai menyebar luaskan paham islam moderat (washothiyah).
2. SMA2 dan Kampus2 harus disterilkan dari gerakn2 bawah tanah islam garis keras, diganti dengan kemeriahan dan kegembiraan aktivitas islam yg menebarkan “cinta dan welas asih” pada sesama manusia.
3. Sosial media harus dipenuhi kampanye “islam yg ramah dan penuh kasih sayang”. Bukan islam yg keras, penuh umpatan, dan kata2 kasar, apalagi hoax dan berdarah2.
4. Pertarungan politik mohon jangan lagi menggunakan isu SARA sebagai komoditas rebutan kekuasaan. Apalagi disertai kampanye hitam saling menghujat yg membuat bahkan setelah selesai Pilkada/
5. Mawas diri dan sama2 menahan diri dalam menyikapi perbedaan2 dalam penafsiran Islam. Islamnya satu dan sumbernya sama, tapi nyatanya cara kita memahaminya bisa macem2. Dan ini fenomena psikologi yg wajar. Ayo tebarkan sikap saling memahami dan berempati, bukannnya saling curiga dan menyalahkan. Islam harus dipulihkan reputasinya dari wajah muram penuh kekerasan menjadi wajah ramah penuh Cinta pada sesama manusia.
Benar kata Muhammad Abduh, cendekiawan muslim abad 20, “Al-islamu Mahjubun bil muslimin”, Keindahan Islam ini terhijab/
Terakhir, mari kita dengar seruan seorang remaja islam peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai:
“Peluru hanya bisa menewaskan teroris, tapi hanya PENDIDIKAN-lah yg bisa melenyapkan paham terorisme (sampai akar2nya: radikalisme, ekstrimisme)”
Stay Save.. Keep Optimism.. Spread Love & Compassion..
And for my beloved Christian brothers & sisters.. my deep condolence for all of you.. from the bottom of my heart, I am really sorry..
Love & Peace for all of us..
Saya yg sedang berduka,
Ahmad Faiz Zainuddin
Alumni SMA 5 Surabaya Lulusan 1995
Rabu, 14 Maret 2018
Suara Awan by Banda Neira x Layur Lyric
dari awal Layur bikin musik nya udah suka banget
kemudian tanpa di sangka berkolaborasi dengan banda neira
sejak awal sesi latihan ini di upload (2 tahun lalu)
udah cintaaa banget.. nggak perlu hasil rekaman yg niat, atau live nya
bisa ku dengarkan dalam suasana hati apapun
senang makin senang
semangat makin semangat
sedih juga makin terasa haha
untuk : Layur , rara sekar, ananda badudu dan semua kawan yg ada di dalam pembutannya
terimakasih banyak sudah menciptakan musik dan lirik se indah ini
lepaskan
dengarkan
biaskan
yang membisu
lepaskan
dengarkan
biaskan
yang membiru
lepaskan
dengarkan
biaskan
yang membeku biru
menghias langitmu merasuk ke sisi
relung dan kelabu hu hu..
dan hitam awan yg kau tuju
hilang dalam terang
teruntai lantunku
lepaskan
dengarkan
biaskan
yang membisu
lepaskan
dengarkan
biaskan
yang membiru
lepaskan
dengarkan
biaskan
yang membeku biru
yang menderu
Jumat, 09 Maret 2018
Care boleh , nge Racun Jangan
Jadi kemarin aku lihat postingan seorang selebgram (kak parramitha)
dia mengungkapkan keluh nya yang mungkin sebelum2 nya hanya ditahan dengan diam.
dari sekian banyak tulisan kak mita di 2nd account nya, yang hampir semuaaa nya aku setuju.
cuma yang satu ini bikin aku gatel kalo nggak membahas ulang di Blog, karna aku juga pernah (sering) mengalami
aku yakin sebelum memutuskan memposting ini di instagram pribadi nya (bukan di second account nya) kak mita bener2 mikir lagi, karna follower nya bukan seribu- dua ribu orang tapi almost 100ribu orang!!
dan diantara 100rb orang itu isinya tentu bukan cuma kita2 yang ng fans sama cantiknya, ootdnya, relationship goals nya.
jelas ada kerabat, keluarga, brand2 besar, teman sesama selebgram, dll
ini isi postingan nya :
jadi kak Mita ini punya latar belakang pekerjaan yg sangat berbeda dengan laki2 nya.
dia bekerja di pemerintahan yg mana hanya duduk di kursi dan kantor yang tetap
sedangkan laki2 nya bekerja di dunia entertaint, menjadi bintang iklan, host, brand ambassador, dll
mereka sudah berpacaran selama 3 tahun wich is saat mereka masih di bangku kuliah, dan belum ada di posisi pekerjaan ini
aku yakin sebelum saling terbiasa dan menghargai pekerjaan masing2.
mereka membutuhkan waktu adaptasi yang di dalam nya pasti ada pertengkaran, cemburu, beda pendapat.
tentu masalah2 itu tidak di publish even keduanya adalah selebgram
manusia adalah makhluk sosial yang juga membutuhkan bantuan , saran, pendapat dari orang lain
tapi seperti kata kak mita.
bukan kah lebih baik kalo bumbu2 yang kalian anggap tidak beracun itu di rubah menjadi bentuk support dan dukungan ke arah yang baik
biar keruh2 nya kita, pesimis nya kita terhadap hubungan bisa berubah jadi
"iya juga ya. ngapain sih aku gini aja ngambek" dll
ada benarnya teman kita memberi perhatian dengan bertanya
"eh kamu lagi kenapa sama dy"
"eh kamu gmn rasanya" bla bla
tapi ada loh yang sekedar bertanya hanya untuk kepo dan dipake sebagai bahan perbincangan dengan suatu golongan
ada juga sahabat yang memiliki niat baik dengan memberi tahu
"eh kamu udah liat blm mantan kamu posting ini"
"eh kemarin pacar kamu disini sama ini, emang nggak pamit ya? kok km bolehin"
serem nya lagi yang langsung buka omongan di grup gitu,
itu antara care & mau make kita sbg bahan ngerumpi tipis sihh
padahall
sebelum mereka mencoba memberi tahu sebuah fakta & memberi saran tanpa di minta pun,
kita pasti punya sikap masing2 dalam menyikapi masalah,
contoh:
-kita hide story mantan supaya nggak lihat dia sama yang baru, tapi sama temen malah di capturin & di kirim in
-kita udah berusaha ikhlas ngizinin pacar melakukan aktivitas yg sebenernya gak kita suka,
ngasih izin aja udah butuh sabar+ pikiran jernih, untuk dapat kata "ikhlas"
ehh
sama temen malah di kasih bumbu2 bon cabe yang bikin kita keruh lagi dan bisa berujung bertengkar loh sama pacar.
aku sangat pernah mengalami yang kak mita alamin, dan boncabe2 ku masih sekitar kawan & sahabat ku sih.
aku nggak bayangin gimana rasanya jadi kak mita yang di boncabe-in sama stranger2 yang jumlahnya nggak sedikitt!! 😭😭
mungkin aku udah nggak bisa menanggapi dengan bijak seperti kak mita
tulisan ini juga sebagai pengingat bagi diri saya sendiri, kemudian saya sharing agar teman2 terhindar dari sifat : mencampuri urusan orang lain atas dasar "Kepo"
karna akhirnya ....
kita akan cenderung mudah menilai/menarik kesimpulan atas seseorang padahal kita belum tahu pasti bagaimana permasalahannya.
dan tanpa kita sadari kata2 yang kita sampaikan akan memperkeruh keadaan, maksut hati ingin memberi perhatian, memberi saran malah jadi memojok kan.
dia mengungkapkan keluh nya yang mungkin sebelum2 nya hanya ditahan dengan diam.
dari sekian banyak tulisan kak mita di 2nd account nya, yang hampir semuaaa nya aku setuju.
cuma yang satu ini bikin aku gatel kalo nggak membahas ulang di Blog, karna aku juga pernah (sering) mengalami
aku yakin sebelum memutuskan memposting ini di instagram pribadi nya (bukan di second account nya) kak mita bener2 mikir lagi, karna follower nya bukan seribu- dua ribu orang tapi almost 100ribu orang!!
dan diantara 100rb orang itu isinya tentu bukan cuma kita2 yang ng fans sama cantiknya, ootdnya, relationship goals nya.
jelas ada kerabat, keluarga, brand2 besar, teman sesama selebgram, dll
ini isi postingan nya :
jadi kak Mita ini punya latar belakang pekerjaan yg sangat berbeda dengan laki2 nya.
dia bekerja di pemerintahan yg mana hanya duduk di kursi dan kantor yang tetap
sedangkan laki2 nya bekerja di dunia entertaint, menjadi bintang iklan, host, brand ambassador, dll
mereka sudah berpacaran selama 3 tahun wich is saat mereka masih di bangku kuliah, dan belum ada di posisi pekerjaan ini
aku yakin sebelum saling terbiasa dan menghargai pekerjaan masing2.
mereka membutuhkan waktu adaptasi yang di dalam nya pasti ada pertengkaran, cemburu, beda pendapat.
tentu masalah2 itu tidak di publish even keduanya adalah selebgram
manusia adalah makhluk sosial yang juga membutuhkan bantuan , saran, pendapat dari orang lain
tapi seperti kata kak mita.
bukan kah lebih baik kalo bumbu2 yang kalian anggap tidak beracun itu di rubah menjadi bentuk support dan dukungan ke arah yang baik
biar keruh2 nya kita, pesimis nya kita terhadap hubungan bisa berubah jadi
"iya juga ya. ngapain sih aku gini aja ngambek" dll
ada benarnya teman kita memberi perhatian dengan bertanya
"eh kamu lagi kenapa sama dy"
"eh kamu gmn rasanya" bla bla
tapi ada loh yang sekedar bertanya hanya untuk kepo dan dipake sebagai bahan perbincangan dengan suatu golongan
ada juga sahabat yang memiliki niat baik dengan memberi tahu
"eh kamu udah liat blm mantan kamu posting ini"
"eh kemarin pacar kamu disini sama ini, emang nggak pamit ya? kok km bolehin"
serem nya lagi yang langsung buka omongan di grup gitu,
itu antara care & mau make kita sbg bahan ngerumpi tipis sihh
padahall
sebelum mereka mencoba memberi tahu sebuah fakta & memberi saran tanpa di minta pun,
kita pasti punya sikap masing2 dalam menyikapi masalah,
contoh:
-kita hide story mantan supaya nggak lihat dia sama yang baru, tapi sama temen malah di capturin & di kirim in
-kita udah berusaha ikhlas ngizinin pacar melakukan aktivitas yg sebenernya gak kita suka,
ngasih izin aja udah butuh sabar+ pikiran jernih, untuk dapat kata "ikhlas"
ehh
sama temen malah di kasih bumbu2 bon cabe yang bikin kita keruh lagi dan bisa berujung bertengkar loh sama pacar.
aku sangat pernah mengalami yang kak mita alamin, dan boncabe2 ku masih sekitar kawan & sahabat ku sih.
aku nggak bayangin gimana rasanya jadi kak mita yang di boncabe-in sama stranger2 yang jumlahnya nggak sedikitt!! 😭😭
mungkin aku udah nggak bisa menanggapi dengan bijak seperti kak mita
tulisan ini juga sebagai pengingat bagi diri saya sendiri, kemudian saya sharing agar teman2 terhindar dari sifat : mencampuri urusan orang lain atas dasar "Kepo"
karna akhirnya ....
kita akan cenderung mudah menilai/menarik kesimpulan atas seseorang padahal kita belum tahu pasti bagaimana permasalahannya.
dan tanpa kita sadari kata2 yang kita sampaikan akan memperkeruh keadaan, maksut hati ingin memberi perhatian, memberi saran malah jadi memojok kan.
Jumat, 02 Maret 2018
Puberty bersama kosmetik 90an
Puberty bersama kosmetik 90an
Malam ini,
aku nulis blog ini sambil melakakukan rutinitas yang anak jaman sekarang bilang nya "Skincare Routine"
setiap habis pulang ber aktivitas
sebelum naikin kaki ke kasur, aku harus banget2 :
Bersihin muka dari makeup & debu pake "Milk cleanser Viva"
kalo kata beauty blogger bioderma yg paling ampuh, hedehh nggak juga.
1 bioderma bisa dapet 10 lebihh viva milk cleanser loh. hahaha
Maskeran pake "Viva Face Mask Bengkuang" + dicampur "Viva Air mawar"
ini setelah bilas langsung keliatan banget hasilnya wajah lebih cerah, dan aluss (kalo jaman skrg sih bilangnya 'pore less')
Cuci muka pake "sabun pepaya by RDL"
sabun ini agak keras sih jd buat yg kulit sensitif / berjerawat aku takut untuk nyaranin pakai sabun ini, kecuali emang km penasaran
tapi asliii ini lifesaver aku banget, sehari aku nggak pake dia bener2 kusem, cepet minyakan, dan orang bakal notice kalo aku lebih item dari biasanya (iya emang se lebay itu efek nya di aku)
DAN kalo kalian mau beli sabun ini pastikan harus yg ORI/SUPER apalah itu
kalo dari kemasan aku rada bingung bedain, pokonya cium ajadeh dari luar kemasan.
kalo yg asli bau pepaya nya kuat banget, bener2 seger
kalo yg palsu gak seberapa wangi, bahkan sometimes bau obat
dan yang ori harganya jelas di atas 20.000 ya
di tempat aku beli biasanya 25.000
jadi kalo 10/15rb ku pastikan 85% palsu deh
Terakhir untuk seger2 an , karna habis maskeran&cucmuka pasti kulit keset abis.
jadi pakai "Viva face tonic"
meskipun fungsi nya juga bukan itu aja
Kalo ga ngelakuin ritual itu sebelum tidur rasanya muka tuh lengkett banget. dan bangun2 pasti eye bag ku item,minyak dimana2, bibir juga item, dan muncul jerawatt meskipun aku diemin jg bakal kempes
Ohya satu lagi kosmetik 90an yang 'bukan skincare' , adalah :
Bedak marcks . dulu sih pake yg kemasan lama (kiri)
baru setelah mereka launch packaging yg lebih elegan (even tetep murahh) aku pake yg baru deh, krn lebih gampang di bawa2 (dan kalo habis bisa isi ulang dari yg kemasan lama, yaampun cinta bangett)
wuahh setelah bertahun2 pake prodak2 di atas ,baru malam ini aku realized kalo semua skincare yg nempel di muka aku, yang berhasil merubah ke-ugly-an ku waktu masih sekolah, semua nya produk 90an rekomendasi dari ibu ku :(((
ya meskipun kalian ber anggapan "emang skrg udah ga ugly?"
tapi aku amat sangatt bersyukur dengan puberty ku yang (aku rasa berhasil) dan murah meriah ini
bisa bandingkan sendiri foto 2012 pake kamera SLR
dan 2017 pake kamera depam handphone
disini aku cuma mau membagi pengalaman sekaligus review, karna nggak semua prodak2 yg beauty blogger bilang bagus juga ampuh di kamu
bisa aja ampuh tapi ternyata ke ampuh an nya berbanding lurus dengan prodak lokal yg murah2 itu.
dan sedihnya kalian spend money berkali2 lipat untuk hasil yang sama
tapi...
semua orang punya stadart masing2
tentu produk yang pricey mempunyai manfaat yg lebih banyak dalam 1produk daripada produk yg murah
produk mahal juga memiliki varian yg lebih banyak. misal masker freeman nih dia punya masing2 untuk setiap masalah kulit.
kalo punya viva ya cuma berdasarkan jenis kulit (normal/kering/oily)
semoga bermanfaat ya...
kalo kalian masih pake produk 90an di era "youtube for makeup tutorial" ini
komen di bawah dong 😝
Malam ini,
aku nulis blog ini sambil melakakukan rutinitas yang anak jaman sekarang bilang nya "Skincare Routine"
setiap habis pulang ber aktivitas
sebelum naikin kaki ke kasur, aku harus banget2 :
Bersihin muka dari makeup & debu pake "Milk cleanser Viva"
kalo kata beauty blogger bioderma yg paling ampuh, hedehh nggak juga.
1 bioderma bisa dapet 10 lebihh viva milk cleanser loh. hahaha
![]() |
| Harga 8.000 |
Maskeran pake "Viva Face Mask Bengkuang" + dicampur "Viva Air mawar"
ini setelah bilas langsung keliatan banget hasilnya wajah lebih cerah, dan aluss (kalo jaman skrg sih bilangnya 'pore less')
![]() |
| maskernya harga 4k bisa berkali2 pakai |
![]() |
| dan air mawar nya 5k , sebenernya air bersih biasa juga bisa |
Cuci muka pake "sabun pepaya by RDL"
sabun ini agak keras sih jd buat yg kulit sensitif / berjerawat aku takut untuk nyaranin pakai sabun ini, kecuali emang km penasaran
tapi asliii ini lifesaver aku banget, sehari aku nggak pake dia bener2 kusem, cepet minyakan, dan orang bakal notice kalo aku lebih item dari biasanya (iya emang se lebay itu efek nya di aku)
DAN kalo kalian mau beli sabun ini pastikan harus yg ORI/SUPER apalah itu
kalo dari kemasan aku rada bingung bedain, pokonya cium ajadeh dari luar kemasan.
kalo yg asli bau pepaya nya kuat banget, bener2 seger
kalo yg palsu gak seberapa wangi, bahkan sometimes bau obat
dan yang ori harganya jelas di atas 20.000 ya
di tempat aku beli biasanya 25.000
jadi kalo 10/15rb ku pastikan 85% palsu deh
Terakhir untuk seger2 an , karna habis maskeran&cucmuka pasti kulit keset abis.
jadi pakai "Viva face tonic"
meskipun fungsi nya juga bukan itu aja
![]() |
| Harga 8.000 |
Kalo ga ngelakuin ritual itu sebelum tidur rasanya muka tuh lengkett banget. dan bangun2 pasti eye bag ku item,minyak dimana2, bibir juga item, dan muncul jerawatt meskipun aku diemin jg bakal kempes
Ohya satu lagi kosmetik 90an yang 'bukan skincare' , adalah :
Bedak marcks . dulu sih pake yg kemasan lama (kiri)
baru setelah mereka launch packaging yg lebih elegan (even tetep murahh) aku pake yg baru deh, krn lebih gampang di bawa2 (dan kalo habis bisa isi ulang dari yg kemasan lama, yaampun cinta bangett)
![]() |
| Harga kemasan lama 17.000 Harga kemasan baru 29.000 aku pake shade : Invisible |
wuahh setelah bertahun2 pake prodak2 di atas ,baru malam ini aku realized kalo semua skincare yg nempel di muka aku, yang berhasil merubah ke-ugly-an ku waktu masih sekolah, semua nya produk 90an rekomendasi dari ibu ku :(((
ya meskipun kalian ber anggapan "emang skrg udah ga ugly?"
tapi aku amat sangatt bersyukur dengan puberty ku yang (aku rasa berhasil) dan murah meriah ini
bisa bandingkan sendiri foto 2012 pake kamera SLR
dan 2017 pake kamera depam handphone
disini aku cuma mau membagi pengalaman sekaligus review, karna nggak semua prodak2 yg beauty blogger bilang bagus juga ampuh di kamu
bisa aja ampuh tapi ternyata ke ampuh an nya berbanding lurus dengan prodak lokal yg murah2 itu.
dan sedihnya kalian spend money berkali2 lipat untuk hasil yang sama
tapi...
semua orang punya stadart masing2
tentu produk yang pricey mempunyai manfaat yg lebih banyak dalam 1produk daripada produk yg murah
produk mahal juga memiliki varian yg lebih banyak. misal masker freeman nih dia punya masing2 untuk setiap masalah kulit.
kalo punya viva ya cuma berdasarkan jenis kulit (normal/kering/oily)
semoga bermanfaat ya...
kalo kalian masih pake produk 90an di era "youtube for makeup tutorial" ini
komen di bawah dong 😝
Langganan:
Postingan (Atom)







